Menjadi dewasa itu tidak mudah
Setelah bertahun-tahun hidup di dunia kini tiba saat nya aku di sebut dewasa. Menduduki usia dua puluh lima tahun ternyata bukan hal yang mudah, tuntutan demi tuntutan silih berganti mengisi hari. “Nak mana pacarmu? Sini kenali sama ibu” begitu katanya. Pertanyaan sederhana yang berhasil membuat ku diam tidak bersuara. Buk, percayalah pacaran menurut ku saat ini bukan hanya sekedar yg mengatakan ‘aku sayang kamu’ ,jalan setiap sabtu malam, lalu berantem hanya karna tidak di beri kabar. Pacaran menurut ku sebuah komitmen, tentang akan di bawa kemana hubungan ini. Aku tidak ingin lagi mendengar laki-laki yg mengatakan kita jalanin dulu saja nanti kalau jodoh kita akan berada di satu atap yang sama. Oh iya, bu mungkin aku tidak pernah bercerita tapi biar disini aku ungkakpkan ya.. aku pernah patah, hancur, bahkan aku pernah takut untuk mencoba hubungan baru, sebab pernah aku mencoba tetapi berujung sama, lagi-lagi aku dipatahkan. Bahkan aku pernah merasa kehilangan...