Postingan

Menampilkan postingan dari 2023

Tidak Pernah Menyenangkan

Gambar
               Beberapa tahun kebelakang, momen pergantian tahun tidak pernah semenyenangkan dulu.. Dulu.. setidaknya, aku rajin sekali membuat tulisan di sebuah kertas dengan segala macam harapan-harapan yang aku ingin capai, melihat kembali tulisan setiap satu bulan sekali berharap ada satu harapan yang bisa terwujud, tapi ternyata sampai tahun berganti harapan itu belum juga berhasil aku beri tanda ceklis.  Mungkin belum saatnya. Pikirku. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun nampaknya aku sudah mulai terbiasa dengan harapan-harapan yang aku gantungkan setinggi langit, menatapnya dengan lekat tanpa berhasil aku raih.  Aku mulai menjadi orang yang bahkan sering merendahkan diriku sendiri, kata-kata “lo gabisa apa-apa” sering melekat dalam pikiran.    Hasilnya membandingkan diri dengan orang lain sudah menjadi makananku sehari-hari. Padahal aku tahu, setiap orang punya pencapaiannya masing-masing, setiap orang punya kelebi...

Tidak Pernah Sederhana

Gambar
Jatuh cinta itu kadang-kadang menyusahkan yaa? hadirnya tiba-tiba tanpa permisi, ditambah lagi perasaan aneh yang mulai muncul mengisi relung hati.  Mulai selalu ingin tahu tentang kamu adalah hal yang paling menonjol, hasilnya tanpa disadari selalu mencari tahu tentang kehidupannya, bahkan sering kali memantau social medianya hanya untuk mengetahui apa yang ia posting hari ini, siapa saja pengikutnya, dan apapun yang berkaitan dengan dia. Melelahkan. Aku pernah berbincang dengan Allah mengenai topik seputar dirimu, aku bilang kamu baik, aku juga bilang kamu laki-laki yang aku cari, dan aku dengan yakin mengatakan padaNya bahwa membersamai dirimu dalam suatu ikatan denganku pasti akan membuat hidup aku mungkin jauh lebih bahagia dan sembuh setelah berkali-kali gagal dan pernah hancur.  Tentu,itu hanya sebatas keyakinanku saja sebagai manusia biasa, kata Allah? Aku tidak tahu.  Tadinya, aku ingin sekali menyebut namamu di sepertiga malamku, meminta pada Allah agar kamu dan...

Sederhana Dalam Mengikhlaskan

Mungkin sebagian orang sudah tidak asing dengan kata  “Mengikhlaskan”  atau boleh jadi sebagiannya lagi masih menerka bahkan belum tahu apa itu definisi dari mengikhlaskan. Banyak yang bilang mengikhlaskan adalah memberikan atau menyerahkan dengan setulus hati. Tapi, bagiku mengikhlaskan memiliki arti yang lebih luas dari itu, lebih dari sekedar menyerahkan dan memberi. Aku tidak meminta semua untuk menyetujui itu, namun izinkan bercerita sedikit tentang kisahku tentang belajar mengikhlaskan. ​ Dulu, aku pernah merasakan di satu titik yang lemah ketika orang yang aku harapkan tidak ditakdirkan untuk membersamai aku dalam menjalani hidup. Rasa kecewa dan marah sudah aku lalui yang berujung selalu merasa ingin menyerah dan menyalahkan semesta tentang kejadian-kejadian yang aku anggap begitu memilukan.  ​ Belum lagi saat aku sedang merasakan kehilangan atas orang yang belum halal untuk dimiliki. Ada banyak ucapan-ucapan yang membuatku semakin melemah. Rasanya semua jadi gela...