Postingan

Echoes of Pain

Tonight, I weep once more, again and again, For a life that lies heavy upon my soul. Wearing smiles like masks for the world to see, While inside, I quietly crumble and fold. To be the light for others, yet lost in the dark— A quiet exhaustion, a silent toll. I keep hoping happiness will find its way, But it feels like a dream too distant to stay. Everything’s heavy, and nothing feels right, Even the daytime forgets to bring light. They’ve all gone silent, faded like mist, And I sit with feelings too loud to resist. Alone with my thoughts, no shelter, no sound— Just echoes of pain that circle around. Sometimes, I want to give up on what makes me feel small, On chasing things that never answer my call. I’m tired of fighting for what won’t be mine, For dreams that vanish every time I try to climb. Can I just say it, one more time, out loud? I feel tired, God, of all that You've allowed. The weight, the waiting, the silence I keep— It’s wearing me down, it’s cutting too deep. I’ve car...

Cracks Beneath the Quiet

Have you ever felt like no matter what you do, life just won’t go your way?
You try to work hard, you try to be a good person, you try to keep going—but somehow everything keeps falling apart. It’s like every time you build something, it crumbles right when you start to believe in it. Love doesn’t work out.
Work feels like a dead end.
And life itself? It feels heavy. Like you’re stuck in a loop where nothing ever truly changes, no matter how much effort you put in. It’s frustrating.
Not just because things aren’t going right—
But because you don’t even know why. You’re doing everything you can.
Trying to hold it together, trying to stay strong.
But nothing seems to move forward.
And the worst part is not knowing what’s wrong,
or how to fix it. Every night, I turn off the lights,
hoping maybe—just maybe—
I’ll fall asleep without thinking.
Without overthinking.
Without my mind dragging me through all the things I wish I could forget. But I can’t. Why is life so unfair? Why must I always ...

Narasi Perjuangan

Nyatanya aku masih terlalu sibuk mencari jawaban atas perasaanmu yang masih terlalu abu-abu, kamu yang terkadang menunjukkan kegigihan untuk terus memperjuangkan aku, tapi sering kali kamu acuh bahkan enggan sekali untuk melangkah maju.  Aku yang terlalu berharap atau kamu yang terlalu memberiku harapan? Entahlah.  Aku ingin sekali memberi kesempatan pada orang yang bukan kamu,membiarkannya masuk untuk memenangkan hatiku. Tapi,setiap aku mencoba hasilnya selalu sama. Aku terus membandingkannya dengan kamu dan dari perbandingan itu, kamu yang selalu punya nilai lebih. Padahal jika dilihat dari perjuangannya, ia lebih pantas untuk memenangkan hatiku.  Aku bodoh ya?  Atau aku terlalu naif?  Malam ini, aku berharap bahwa kamu bisa    membangun narasi perjuangan untukku, memberi kejelasan tentang kemana akhirnya akan di bawa perasaan ini? Tapi nyatanya aku hanya memanjangkan angan-angan.  Jadi, boleh kusimpulkan? Aku ingin menyerah, aku tidak lagi ingi...

Mentari Esok Hari

Hujan rintik mengisi samalamku kali ini, gemercik airnya menambah keheningan malamku yang sudah terlalu hening. Malam ini, disudut rumah ku aku terdiam memandang air yang turun secara bergantian dari langit, memperhatikan  kaca di rumahku yang sudah dibasahi oleh embun, kau tahu? ditempat itulah aku bisa dengan percaya diri menuliskan harapanku,  harapan yang akhir-akhir ini selalu menjadi perbincangan aku dengan Rabb-ku.  Kadang aku bepikir bagaimana mungkin aku bisa menjadikan seseorang yang belum pernah aku kenal dan temui sebagai perbincangan pada Rabb-ku? Menceritakan tentang segalamu yang bahkan aku sendiri tidak tahu apa-apa tentang dirimu, satu hal yang aku yakini kamu adalah laki-laki baik, dan itu sudah cukup bagiku.  Silahkan bilang bahwa aku terlalu lancang, tak apa aku mengakui. Tapi mau bagaimana lagi? Hanya pada-Nya aku bisa bercerita tanpa malu, tanpa perlu takut ada yang menghakimi.  Ribuan hari aku masih bertahan dengan harapan yang sama, menun...

Tidak Pernah Menyenangkan

Gambar
               Beberapa tahun kebelakang, momen pergantian tahun tidak pernah semenyenangkan dulu.. Dulu.. setidaknya, aku rajin sekali membuat tulisan di sebuah kertas dengan segala macam harapan-harapan yang aku ingin capai, melihat kembali tulisan setiap satu bulan sekali berharap ada satu harapan yang bisa terwujud, tapi ternyata sampai tahun berganti harapan itu belum juga berhasil aku beri tanda ceklis.  Mungkin belum saatnya. Pikirku. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun nampaknya aku sudah mulai terbiasa dengan harapan-harapan yang aku gantungkan setinggi langit, menatapnya dengan lekat tanpa berhasil aku raih.  Aku mulai menjadi orang yang bahkan sering merendahkan diriku sendiri, kata-kata “lo gabisa apa-apa” sering melekat dalam pikiran.    Hasilnya membandingkan diri dengan orang lain sudah menjadi makananku sehari-hari. Padahal aku tahu, setiap orang punya pencapaiannya masing-masing, setiap orang punya kelebi...

Tidak Pernah Sederhana

Gambar
Jatuh cinta itu kadang-kadang menyusahkan yaa? hadirnya tiba-tiba tanpa permisi, ditambah lagi perasaan aneh yang mulai muncul mengisi relung hati.  Mulai selalu ingin tahu tentang kamu adalah hal yang paling menonjol, hasilnya tanpa disadari selalu mencari tahu tentang kehidupannya, bahkan sering kali memantau social medianya hanya untuk mengetahui apa yang ia posting hari ini, siapa saja pengikutnya, dan apapun yang berkaitan dengan dia. Melelahkan. Aku pernah berbincang dengan Allah mengenai topik seputar dirimu, aku bilang kamu baik, aku juga bilang kamu laki-laki yang aku cari, dan aku dengan yakin mengatakan padaNya bahwa membersamai dirimu dalam suatu ikatan denganku pasti akan membuat hidup aku mungkin jauh lebih bahagia dan sembuh setelah berkali-kali gagal dan pernah hancur.  Tentu,itu hanya sebatas keyakinanku saja sebagai manusia biasa, kata Allah? Aku tidak tahu.  Tadinya, aku ingin sekali menyebut namamu di sepertiga malamku, meminta pada Allah agar kamu dan...

Sederhana Dalam Mengikhlaskan

Mungkin sebagian orang sudah tidak asing dengan kata  “Mengikhlaskan”  atau boleh jadi sebagiannya lagi masih menerka bahkan belum tahu apa itu definisi dari mengikhlaskan. Banyak yang bilang mengikhlaskan adalah memberikan atau menyerahkan dengan setulus hati. Tapi, bagiku mengikhlaskan memiliki arti yang lebih luas dari itu, lebih dari sekedar menyerahkan dan memberi. Aku tidak meminta semua untuk menyetujui itu, namun izinkan bercerita sedikit tentang kisahku tentang belajar mengikhlaskan. ​ Dulu, aku pernah merasakan di satu titik yang lemah ketika orang yang aku harapkan tidak ditakdirkan untuk membersamai aku dalam menjalani hidup. Rasa kecewa dan marah sudah aku lalui yang berujung selalu merasa ingin menyerah dan menyalahkan semesta tentang kejadian-kejadian yang aku anggap begitu memilukan.  ​ Belum lagi saat aku sedang merasakan kehilangan atas orang yang belum halal untuk dimiliki. Ada banyak ucapan-ucapan yang membuatku semakin melemah. Rasanya semua jadi gela...