Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Narasi Perjuangan

Nyatanya aku masih terlalu sibuk mencari jawaban atas perasaanmu yang masih terlalu abu-abu, kamu yang terkadang menunjukkan kegigihan untuk terus memperjuangkan aku, tapi sering kali kamu acuh bahkan enggan sekali untuk melangkah maju.  Aku yang terlalu berharap atau kamu yang terlalu memberiku harapan? Entahlah.  Aku ingin sekali memberi kesempatan pada orang yang bukan kamu,membiarkannya masuk untuk memenangkan hatiku. Tapi,setiap aku mencoba hasilnya selalu sama. Aku terus membandingkannya dengan kamu dan dari perbandingan itu, kamu yang selalu punya nilai lebih. Padahal jika dilihat dari perjuangannya, ia lebih pantas untuk memenangkan hatiku.  Aku bodoh ya?  Atau aku terlalu naif?  Malam ini, aku berharap bahwa kamu bisa    membangun narasi perjuangan untukku, memberi kejelasan tentang kemana akhirnya akan di bawa perasaan ini? Tapi nyatanya aku hanya memanjangkan angan-angan.  Jadi, boleh kusimpulkan? Aku ingin menyerah, aku tidak lagi ingi...

Mentari Esok Hari

Hujan rintik mengisi samalamku kali ini, gemercik airnya menambah keheningan malamku yang sudah terlalu hening. Malam ini, disudut rumah ku aku terdiam memandang air yang turun secara bergantian dari langit, memperhatikan  kaca di rumahku yang sudah dibasahi oleh embun, kau tahu? ditempat itulah aku bisa dengan percaya diri menuliskan harapanku,  harapan yang akhir-akhir ini selalu menjadi perbincangan aku dengan Rabb-ku.  Kadang aku bepikir bagaimana mungkin aku bisa menjadikan seseorang yang belum pernah aku kenal dan temui sebagai perbincangan pada Rabb-ku? Menceritakan tentang segalamu yang bahkan aku sendiri tidak tahu apa-apa tentang dirimu, satu hal yang aku yakini kamu adalah laki-laki baik, dan itu sudah cukup bagiku.  Silahkan bilang bahwa aku terlalu lancang, tak apa aku mengakui. Tapi mau bagaimana lagi? Hanya pada-Nya aku bisa bercerita tanpa malu, tanpa perlu takut ada yang menghakimi.  Ribuan hari aku masih bertahan dengan harapan yang sama, menun...