senja

Senja

Senja kali  ini begitu kejam, dia memaksa ku untuk mengingat cerita di waktu itu.  Dia memaksa ku untuk lagi-lagi merindukan kamu. Tak habis fikir, juga tak pernah menyangka usaha-usaha yang ku bangun untuk melupakan seketika runtuh menyisakan puing-puing dan deretan luka kembali menampakkan wujudnya.

Mengapa melupakan sesusah itu untukku?
Mengapa menyingkirkan kamu dalam ingatan juga dalam hati  sulit sekali?  Sedangkan kamu begitu mudah nya melakukan itu dalam satu waktu?
Bukan kah ini tidak adil?
Yaa semesta memang punya  cara nya sendiri untuk menitipkan luka.
Pun Mungkin nanti Semesta punya caranya sendiri untuk menyembuhkan luka.

Sebuah tanya yang tidak pernah mendapat jawaban.
Sebuah perasaan yang tidak pernah mendapat balasan.
Tapi aneh nya aku selalu berusaha mencari jawaban, dan berusaha untuk mendapat balasan.

Kusadari waktu aku dan kamu telah usai, tapi rasa ini masih menggerayangi hati juga otakku.
Pasalnya kata lelah sudah tidak berarti, aku lelah tapi masih terus berjalan. Aku lelah tapi masih terus berjuang.
Entah apa yang bisa aku lakukan selain berdoa. Agar nantinya aku segera mendapat jawaban pun balasan.

Rindu, satu hal yang paling aku tidak suka saat ini.
Saat dimana aku merindukan sosok yang merindukan orang lain.
Saat dimana  rindu memaksa ku untuk mengingat semua tentang kamu.

Seseorang datang menawarkan kebahagiaan, namun  aku masih saja berkelahi dengan fikiran pun perasaan yang melulu tentang kamu. 'aku masih mencintaimu' kataku dalam hati.

Siapa peduli? Kamu bahkan tidak akan membalas perasaan ku atau mungkin tak sedikit pun tersisa rasa itu. Semua nya hilang terbawa ombak dipantai yang kau sebut indah mungkin?
Ah aku benci pantai.

Entah mengapa Cerita tentang kamu tak pernah usai, kamu menghilang tapi cerita itu masih tetap terngiang. Aku sering melihatmu, ku fikir kau lebih bahagia tanpa adanya aku. Bagaimana jika kau ajarkan aku tentang bahagia tanpa adanya kamu? Aku butuh itu.

Kamu pergi layaknya senja yang memberikan warna indah lalu menyisakan kegelapan pada penikmatnya.

Senja berbaikhatilah aku rindu.

18:07 🌹






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cracks Beneath the Quiet

Echoes of Pain

Tidak Pernah Menyenangkan