APA AKU MENYERAH SAJA?
Katanya setiap kegagalan akan ada keberhasilan yang mengikuti.
Mungkin itu hanya untuk orang-orang selain aku, atau mungkin tidak juga, aku akan berhasil tapi…. nanti.
Lagi-lagi aku harus mendengar kata nanti dalam hidupku, aku di paksa oleh keadaan untuk bersabar lagi, menunggu lagi. Lucu kan? ya memang yang ada di dunia ini terlihat begitu jenaka untuk orang-orang yang sedang dilanda amarah akan kehidupannya, dunia seakan tidak berhenti mengolok. Padahal itu hanya pikiran jahat sebagai manusia saja.
"Nanti, kamu pasti akan dapetin sesuatu yang kamu harapkan kok. Sabar dulu."
"Nanti, aku yakin kebahagiaan pasti akan datang."
"Nanti... Nanti..."
Dan masih banyak lagi ucapan yang di awali kata nanti, lama-lama aku jadi muak dengan kata "nanti" dimana itu berjalan begitu lama dan belum ada ujungnya. Oh iya, segala sesuatu yang berawal kata nanti memang sudah pasti tidak ada ujungnya kecuali..... usia mu berhenti.
Aku sedang tidak menghardik semesta, aku hanya sedang merasa lelah.
Ada banyak mimpi yang belum terwujud, ada banyak keinginan yang belum tercapai, dan ada banyak kebutuhan yang belum terpenuhi.
Bukankah sebagai manusia biasa wajar jika sesekali aku marah karena situasi yang tidak mengenakan ini?
Bukankah segala bentuk kecewa sudah menjadi sifat dasar manusia?
jadi..
Izinkan aku mengeluh.
Apakah aku menyerah saja?
Begitu selalu yang aku pikirkan akhir-akhir ini,aku lelah selalu bersikap seolah aku baik-baik saja padahal dalamnya hancur, lebur menyatu dengan debu. Aku lelah harus Selalu menyuarakan tawa paling kencang padahal saat malam diam-diam menangis dengan suara yang hampir tidak bisa didengar bahkan oleh telingaku sendiri.
Mungkin aku terlalu egois, aku yang meminta Tuhan untuk di lahirkan ke dunia yang fana ini tapi aku juga yang bersikap seolah tidak bisa bertahan menyusuri setiap garis takdirnya.
Tapi…
Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai limit mengenai sesuatu, limit untuk beradaptasi dengan rasa sakit, limit untuk terus berjuang, limit untuk terus berusaha. Dan sepertinya aku sedang berada di ambang limit tersebut.
Aku rasa semua energiku habis, capek.. capek lari di tempat yang itu-itu aja seperti berlari di sebuah lingkaran yang tidak berujung.
Sebagai manusia biasa, aku juga ingin merasakan apa yang namanya berhasil setidaknya bagi diriku sendiri.
Tapi yang ku rasakan malah Berlari, jatuh, bangkit, berlari lagi, jatuh lagi,begitu seterusnya... seakan semua memang sudah di atur seperti itu.
Jadi boleh aku menyerah saja?
Apa Tuhan akan marah jika melihat hambanya menyerah?
Komentar
Posting Komentar