Tidak Pernah Sederhana




Jatuh cinta itu kadang-kadang menyusahkan yaa? hadirnya tiba-tiba tanpa permisi, ditambah lagi perasaan aneh yang mulai muncul mengisi relung hati. 

Mulai selalu ingin tahu tentang kamu adalah hal yang paling menonjol, hasilnya tanpa disadari selalu mencari tahu tentang kehidupannya, bahkan sering kali memantau social medianya hanya untuk mengetahui apa yang ia posting hari ini, siapa saja pengikutnya, dan apapun yang berkaitan dengan dia.

Melelahkan.


Aku pernah berbincang dengan Allah mengenai topik seputar dirimu, aku bilang kamu baik, aku juga bilang kamu laki-laki yang aku cari, dan aku dengan yakin mengatakan padaNya bahwa membersamai dirimu dalam suatu ikatan denganku pasti akan membuat hidup aku mungkin jauh lebih bahagia dan sembuh setelah berkali-kali gagal dan pernah hancur. 


Tentu,itu hanya sebatas keyakinanku saja sebagai manusia biasa, kata Allah? Aku tidak tahu. 


Tadinya, aku ingin sekali menyebut namamu di sepertiga malamku, meminta pada Allah agar kamu dan aku bisa menjadi kita,hidup bahagia di atap yang sama. Sama-sama mencari ridhonya, berjalan beriringan untuk mencapai jannahnya. 

Tapi, aku pikir terlalu egois jika aku melakukannya bukan? 

Aku khawatir..

Kalau pada kenyataannya kamu sedang menyebut nama lain di sepertiga malammu bagaimana?

Kalau pada kenyataannya kamu sedang meminta disatukan dengan yang lain bagaimana? 


Bukankah itu akan menggoreskan luka di hatiku lagi ya?


Aku baru menyadari ternyata sesederhana aku ingin memilikimu saja tidak pernah sederhana yaa? 

Semuanya begitu rumit, dan sulit dimengerti, bahkan bagi diriku sendiri.


Memang, yang paling menyakitkan adalah berharap pada sesuatu yang tidak pasti, pada perasaan manusia yang dalamnya tidak pernah kita ketahui. 


Lalu, aku harus bagaimana yaa? Berjalan tanpa ekspetasi atau berusaha menerima takdir? 

Takdir kalau ternyata pada akhirnya kamu memang bukan untuk aku. 


Ah entahlah..


Aku hanya bisa berharap dengan siapapun kamu nanti..

Aku harap kamu bersama dengan dia yang bisa menjadi pelipur lara disaat hatimu sedang tidak baik-baik saja, menjadi alasan kamu tersenyum setiap harinya, dan yang paling penting bisa membersamai kamu dalam menggapai RidhaNya. 


Terlalu klise ya? Haha memang, tapi aku mengatakan ini dengan sungguh kok. Jadi, berbahagialah dengan siapapun kamu nanti.


-Fatimahsf-

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cracks Beneath the Quiet

Echoes of Pain

Tidak Pernah Menyenangkan